Laman

Senin, 31 Agustus 2015

Manis Jangan Langsung ditelan, Pahit Jangan Langsung dibuang.


-
Saya rasa kawan-kawan sekalian pernah mendengar ungpan itu. "Manis Jangan Langsung ditelan, Pahit Jangan Langsung dibuang".

Janji-janji manis yang dijanjikan oleh seseorang jangan langsung dipercaya, apalagi saat ini desember 2015 akan ada pilkada serentak di seluruh Indonesia. Jika ada fitnah atau berita provokasi jangan pulak langsung dipercaya atau langsung tidak percaya, harusnya crosscek dulu, siapa tau itu benar atau siapa tau itu fitnah.

Apalagi banyak media yang melebih-lebihkan berita dari fakta sebenarnya untuk menjelek-jelekkan seseorang atau pemerintahan, atau media yang menyebarkan pencitraan.

Kita-kita harus bijak dalam menyikapi berita-berita apalagi yang sifatnya porovokasi yang bisa menimbulkan perpecahan. Ingat, kita yang jadi korban jika terjadi perpecahan.

"Cerdiklah seperti ular, Tuluslah seperti merpati".
Semoga Bermanfaat.

Selasa, 25 Agustus 2015

Rokok Marbabi


Apa yang timbul dibenak anda sekilas melihat gambar ini?
Beragam tentunya ya, mulai dari hal-hal yang tidak penting sampai hal-hal yang kurang etis barang kali. Misalkan merek rokok bari Marbabi yang mirim dengan merek rokok yang cukup dikenal dimasyarakat.

Jika kita perhatikan tulisan dibawahnya : Marbabi dapat memperkaya orang batak karena mempengaruhi sinamot". Yang gamblangnya jika dibaha Indonesiakan kira-kira seperti ini "memelihara babi bisa membuat orang kaya, karena bisa berpengaruh ke Mahar".

Dalam artiannya, jika orang Batak memelihara babi dalam skala tertentu akan berdampak pada tambahan penghasilan. Dengan penghasilan yang cukup maka mahar yang akan dibayarkan bisa lebih gampang. Mengapa Babi identik dengan Batak Toba? Itu dikarenakan semua acara adat hampir menggunakan Babi sebagai Jambar (saya kurang tau apa persisnya bahasa Indonesianya "JAMBAR").

Dalam segi tambahan penghasilan dalam memelihara babi memang cukup membantu jika ditekuni, apalagi jika tidak membutuhkan modal banyak jika tersedia pakan yang cukup seperti didaerah perkampungan yang banyak menyediakan lompong (makanan babi, red).

Banyangkan jika seekor babi timbangan 80 Kg saat ini dihargai Rp.30.000/Kg maka sudah menghasilkan Rp.2.400.000,- padahal ini merupakan sampingan atau tambahan.

Berikut Contoh Ternak Babi di Perkampungan Batak. Silahan Melihatnya.

Ternak Babi


Semoga bermanfaat.